Tokoh Adat Pesawaran: Isu SARA di Pilkada akan Membawa Perpecahan di Masyarakat

LAMPUNGONE.COM, PESAWARAN- Banyaknya beredar seruan di masyarakat Kabupaten Pesawaran dalam menghadapi perhelatan pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang, terkait dengan hembusan isu “Putra Daerah” Itu hanya kepentingan oknum saja bukan kepentingan masyarakat.

“Kalau bicara putra daerah, untuk calon Bupati Pesawaran, baik nomor urut 01 maupun nomor urut 02, itu putra daerah semua karena bertempat di Kabupaten Pesawaran,” ungkap salah satu Tokoh Adat Pesawaran, Lamudin Kadir Gelar Pengikhan Sakhih, ketika wawancarai media ini, Sabtu (26/9).

Mantan anggota DPRD ini mengungkapkan, kalau untuk untuk calon bupati nomor urut 01, darahnya bukan putra daerah, masyarakat juga sudah tahu, namun kalau untuk nomor urut 02, Dendi Ramadhona memang asli putra daerah, kalau di Kecamatan Way Lima itu ada lima marga.

“Yang namanya Dendi Ramadhona inikan orang Komering, kalau bicara Gennya, itu memang orang Lampung, asli darahnya orang Lampung, tapi kalau yang nomor 01, itu orang semende, tinggal di Pesawaran, jadi media juga harus tau, untuk menjelaskan itu, kalau bicara putra daerah, ya semuanya putra daerah,” jelas Lamudin Kadir.

Memang katanya, tidak bisa dilarang jika sebagian pihak, terutama timses salah satu calon untuk memainkan peran berupa isu sensitif tersebut, seperti isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), karena tidak ada larangan khusus dalam peraturan KPU maupun aturan lainnya.

“Kalau bicara putra daerah, ada putra daerah pendatang, ada putra daerah pribumi, kalau bicara putra daerah, saya aja belum tentu putra daerah, karena mak saya aja dari Jawa Barat sana,” ungkap Lamudin Kadir, sambil tersenyum.

Namun jika berbicara dampak, sangat miris jika isu berhembus hanya untuk memenangkan pasangan calon tertentu, hal tersebut dikarenakan isu diangkat bukan untuk kepentingan masyarakat, namun kepentingan segelintir calon yang ingin menang.

“Sales” politik harus lebih memakai hati untuk sedikit melihat sisi lain dibalik Pilkada, yaitu kemaslahatan masyarakat,” imbuhnya.

Harus ditimbang, apakah isu Putra daerah dapat memecah kerukunan hidup bertetangga masyarakat atau tidak? Karena hidup di tanah yang memiliki keragaman suku, ras dan agama.

Lebih miris lagi jika melihat semangat pemerintah pusat dalam mengkampanyekan Bhinneka Tunggal Ika lewat sosialisasi 4 pilar melalui anggota MPR RI di dapil masing-masing saat reses, bisa dibayangkan berapa Milyar uang negara yang digelontorkan agar masyarakat hidup rukun dengan kesadaran 4 pilar, Hal tersebut tidak boleh dirusak hanya karena kepentingan politik seseorang.

“Isu Ras akan membawa masyarakat kepada perpecahan karena di era teknologi seperti saat ini, gorengan isu sensitif bisa melebar kepada isu yang lebih sensitif lagi baik suku maupun agama,” sebutnya.

Semangat pemerintah dalam menjaga kerukunan dalam hidup bermasyarakat tidak boleh dinodai oleh kepentingan pribadi calon Kada.

Dengan kata lain, isu Primordial seperti yang dijabarkan diatas bersebrangan dengan cita-cita pemilu untuk mencerdaskan masyarakat dalam menentukan pilihan, menjebak masyarakat menjadi pemilih primordial tidak lah baik karena salah satu indikator kemajuan suatu daerah adalah jumlah pemilih rasional yang berfikir konstruktif akan visi misi guna kemajuan daerahnya.

“Karena Pilkada bukan hanya sebatas menang dan kalah, banyak kebaikan yang akan didapat dalam pelaksanaan Pilkada, masyarakat yang cerdas, kemajuan daerah karena dipimpin oleh pemimpin yang visioner, dan kemaslahatan masyarakat di daerah tersebut,” jelasnya.

“Kekuatan kita adalah, karena kita memiliki keberagaman satu sama lain, etnis, suku, agama, jangan sampai kekuatan itu menjadi bumerang dalam kemajuan bangsa,” ucapnya.

Lamudin mengajak untuk, keberagaman harus dijaga, dan tidak boleh dirusak hanya karena Pilkada, biarkan masyarakat memilih melalui kacamata objektifnya, jangan dirusak dengan fitnah dan adu domba untuk kepentingan salah satu pihak saja.

“Semoga Pilkada bisa membawa masyarakat Kabupaten Pesawaran kepada kesejahteraan, jauh dari perpecahan, perbedaan menjadi kekuatan untuk Pesawaran Jaya,” pungkasnya.

 

Editor: M.Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Diminta Tepati Janji Beri Ruang Pedagang Kaki Lima di Lapangan Kalpataru

Ming Sep 27 , 2020
LAMPUNGONE.COM, BANDARLAMPUNG- Anggota DPRD Kota Bandarlampung, mengimbau agar pihak pemerintah kota (Pemkot) setempat menempati janjinya dengan memberikan ruang kepada para pedagang kaki lima, supaya masih bisa berjualan di seputar lapangan Kalpataru, Kemiling. “Ya, sesuai ucapan camat Kemiling, bahwasanya para pedagang masih diperbolehkan berdagang di sekitar Lapangan Kalpataru, ini ide yang […]

Lampung One

www.lampungone.com Adalah Portal Berita Resmi Media Lampung One, sebagai media yang berimbang dan terpercaya dalam menyajikan kintonten berita diantaranya Pendidikan, Hukum, Politik, Sosial, Daerah, Nasional, Olahraga

Pemimpin Redaksi
(Penanggung Jawab) :
Munzir, SE

Pemimpin Perusahaan :
Devri Partindo MR, ST

Dewan Redaksi Media Group :
– Mega Utama, SE,
– Usman Mursyid. S. Ag,
– Ganjar Slamet, SE., MM.

Redaktur :
Erwin Maulidra Zulhidha.

Bandar Lampung :
– Raden Dwi W. P
– Susiana
– Devri Partindo MR, ST

Pesawaran:
– Enal Prabu
– Roni

Pringsewu:
– Madin A. Syaif (Kepala Biro),

Tanggamus :
– Plt. Munzir, SE (Kepala Biro)
– Yudi Hendrawan
– Sukardi,
– Fabdillah Holistiani,
– Umroh

Lampung Timur :
– Yandri

Lampung Utara :
– Heri Setiawan
– Danang

Tulang Bawang :
– Yuliadi
– Roy sanjaya

Tulang Bawang Barat :
– Mirhan

Lampung Barat :
– Riki

Pesisir Barat :
– Indra Kesuma